Kata menyerah adalah kurang sopan jika di dengar oleh Tuhan, karena kita berarti meremehkan kualitas ciptaan-Nya.
Senin, 04 April 2011
Rabu, 30 Maret 2011
Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner
Dalam menjalankan bisnis, bukan cuma modal dan produk berkualitas saja yang dibutuhkan, tetapi aspek pemasaran juga sangat dibutuhkan agar bisnis yang dijalankan dapat menghasilkan omset sesuai target. Begitu juga dalam menjalankan bisnis makanan, adanya strategi pemasaran juga sangat berpengaruh terhadap omset yang diperoleh pelaku bisnis tersebut.
Bisnis makanan merupakan salah satu bisnis yang memiliki potensi cukup besar, sudah banyak pelaku usaha yang meraup untung dari usaha ini. Namun tidak sedikit pula pelaku usaha makanan yang gulung tikar alias bangkrut, karena strategi pemasaran yang digunakan kurang tepat. Untuk menghindari resiko bangkrut, karena adanya permasalah pemasaran usaha yang kurang tepat. Berikut kami berikan beberapa strategi pemasaran bisnis makanan yang dapat Anda coba :
Buatlah nama untuk bisnis makanan Anda semenarik mungkin
Sebelum Anda membuka usaha makanan, sebaiknya Anda sudah menyiapkan nama untuk usaha Anda. Pilih nama yang menarik, unik, dan mudah diingat oleh para konsumen. Karena nama usaha menjadi image yang akan tertanam pada konsumen, sehingga mereka mudah untuk mengingat usaha Anda. Disamping itu hal yang perlu diperhatikan ketika mencari nama usaha, sesuaikan nama dengan usaha yang Anda jalankan. Misalnya : “Warung Steak” untuk usaha makanan khusus steak, ” Ramen” Japanese Noodle untuk bisnis makanan khas Jepang, atau “Kedai Jamur” untuk usaha makanan khusus jamur. Nama usaha dapat Anda tempatkan di depan lokasi usaha dengan menggunakan neon box ataupun x – baner di depan lokasi usaha Anda. Agar konsumen yang kebetulan lewat, tertarik untuk mampir membeli produk makanan Anda.
Perkenalkan bisnis Anda pada masyarakat
Mulai sebuah pemasaran dengan mengenalkan bisnis Anda kepada masyarakat sekitar Anda. Dengan adanya pengenalan produk, masyarakat mengetahui apa kelebihan produk bisnis makanan Anda, harga makanan yang ditawarkan, serta pelayanan yang ditawarkan bisnis Anda kapada para konsumen. Untuk mengenalkan bisnis makanan Anda pada masyarakat, dapat dilakukan dengan membuat event dan mengundang masyarakat luas untuk berkunjung ke bisnis makanan yang Anda miliki. Selain itu pemasaran juga bisa dilakukan dengan mengambil karyawan lokal yang ada di sekitar lokasi usaha Anda, secara tidak langsung karywan Anda akan mempromosikan tempat kerja mereka kepada kerabat serta rekan mereka.
Berikan potongan harga untuk event – event tertentu
Memberikan potongan harga pada event – event tertentu seperti pada saat grand opening bisnis Anda, atau pada saat ulang tahun usaha tersebut. Selain itu Anda juga dapat memberikan paket harga khusus pada saat hari – hari terttentu, misalnya memberikan harga paket keluarga di hari – hari liburan, maupun hari raya seperti lebaran, atau tahun baru. Dengan adanya potongan harga menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen untuk berkunjung ke usaha Anda. Anda dapat menggunakan brosur, pamflet, ataupun spanduk untuk mempromosikan potongan harga yang ditawarkan usaha Anda.
Membangun jaringan dengan usaha lain yang dapat mendukung bisnis Anda
Untuk membangun jaringan usaha memang tidaklah mudah, namun jaringan merupakan pemasaran yang sangat efektif. Mulailah dengan membuat jaringan usaha dengan rekan maupun kerabat dekat Anda yang memang bisa membantu Anda untuk mengembangkan bisnis. Cara membangun jaringan bisa dilakukan dengan memberikan test product pada rekan atau kerabat Anda. Misalnya bagi yang memiliki usaha warung bakso, Anda dapat mengajak rekan dan kerabat untuk berkunjung mencicipi bakso buatan Anda. Jika rekan dan kerabat Anda tertarik dengan produk bakso tersebut, mereka akan senang jika diajak untuk bekerjasama dengan usaha bakso Anda. Contohnya saja untuk rekan yang memiliki usaha catering, dapat bekerjasama untuk penyediaan bakso untuk usaha katering miliknya, selain itu untuk rekan yang memiliki usaha periklanan dapat menjalin kerjasama di bidang pemasaran melalui media. Begitu banyak peluang yang akan muncul, bila Anda memiliki jaringan usaha yang cukup luas.
Menciptakan inovasi pada menu – menu yang ditawarkan
Untuk menghindari kejenuhan konsumen, ciptakan inovasi pada menu – menu yang ditawarkan usaha Anda. Minimal 6 bulan sekali ciptakan menu baru pada usaha Anda. Banyaknya variasi menu yang ditawarkan, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi usaha Anda. Misalnya usaha bakso,bisa diberikan inovasi dengan menambah menu bakso isi keju, bakso isi telur, bakso isi buah, hingga bakso ikan dan bakso udang. Menu yang bervariasi akan menarik minat masyarakat untuk mengunjungi warung usaha bakso Anda.
Meningkatkan kualitas pelayanan
Dalam memberikan pelayanan bagi para konsumen, sebaiknya perhatikan waktu penyajian makanan, kualitas cita rasa makanan serta kebersihan dan keamanan tempat usaha. Konsumen akan merasa tidak nyaman jika menunggu penyajian makanan yang terlalu lama, untuk itu usahakan untuk on time dalam memberikan pelayanan. Selain itu jaga kualitas cita rasa makanan yang diproduksi, sehingga konsumen tidak kecewa jika makanan yang mereka pesan ternyata tidak enak. Dan yang ketiga adalah jagalah kebersihan serta keamanan bisnis makanan Anda, sehingga konsumen yang makan ditempat Anda merasa nyaman dan senang untuk berkunjung kemabali ke usaha Anda.
Pada dasarnya pemasaran usaha sangatlah penting, untuk itu lakukan promosi usaha secara total pada usaha Anda. Baik dari mulai grand opening sampai bisnis makanan Anda sudah dapat berjalan, lakukan terus promosi dan pemasaran secara terus menerus. Jika perlu sisihkan 5 – 10 % omset Anda untuk biaya promosi dan pemasaran usaha. Salam optimis..
sumber :bisnisukm.com
Sabtu, 29 Januari 2011
Entrepreneurial mindset
Menurut McGraith & Mac Millan (2000), ada tujuh karakter dasar yang perlu
dimiliki setiap calon wirausaha. Ketujuh karakter tersebut adalah sebagai
berikut :
1. Action oriented. Bukan tipe menunda, wait and see, atau membiarkan
sesuatu (kesempatan) berlalu begitu saja. Dia tidak menunggu sampai segala
sesuatunya jelas dulu, atau budget-nya ada dulu. Dia juga tidak menunggu
ketidakpastian pergi dulu, baru berusaha. Mereka adalah orang yang ingin
segera bertindak, sekalipun situasinya tidak pasti (uncertain). Prinsip yang
mereka anut adalah see and do. Bagi mereka, risiko bukanlah untuk dihindari,
melainkan untuk dihadapi dan ditaklukkan dengan tindakan dan kelihaian.
2. Berpikir simpel. Sekalipun dunia telah berubah menjadi sangat
kompleks, mereka selalu belajar menyederhanakannya. Dan sekalipun berilmu
tinggi, mereka bukanlah manusia teknis yang ribet dan menghendaki pekerjaan
yang kompleks. Mereka melihat persoalan dengan jernih dan menyelesaikan
masalah satu demi satu secara bertahap.
3. Mereka selalu mencari peluang-peluang baru. Apakah itu peluang usaha
yang benar-benar baru, atau peluang dari usaha yang sama. Untuk usaha-usaha
yang baru, mereka selalu mau belajar yang baru, membentuk jaringan dari
bawah dan menambah landscape atau scope usahanya. Sedangkan dalam usaha yang
sama, mereka selalu tekun mencari alternatif-alternat if baru, seperti model,
desain, platform, bahan baku, energi, kemasan, dan struktur biaya produksi.
Mereka meraih keuntungan bukan hanya dari bisnis atau produk baru, melainkan
juga dari cara-cara baru.
4. Mengejar peluang dengan disiplin tinggi. Seorang wirausaha bukan hanya
awas, memiliki mata yang tajam dalam melihat peluang atau memiliki penciuman
yang kuat terhadap keberadaan peluang itu, tetapi mereka bergerak ke arah
itu. Peluang bukan hanya dicari, melainkan diciptakan, dibuka, dan
diperjelas. Karena wirausaha melakukan investasi dan menanggung risiko, maka
seorang wirausaha harus memiliki disiplin yang tinggi. Wirausaha-wirausaha
yang sukses bukanlah pemalas atau penunda pekerjaan. Mereka ingin
pekerjaannya beres, dan apa yang dipikirkan dapat dijalankan segera. Mereka
bertarung dengan waktu karena peluang selalu berhubungan dengan waktu. Apa
yang menjadi peluang pada suatu waktu, belum tentu masih menjadi peluang di
lain waktu. Sekali kesempatan itu hilang, belum tentu akan kembali lagi.
Setiap gagasan brilliant dan inovasi biasanya harus dibangun dari bawah dan
disusun seluruh mata rantai nilainya (value chain).
5. Hanya mengambil peluang yang terbaik. Seorang wirausaha akan menjadi
sangat awas dan memiliki penciuman yang tajam pada waktunya. Berbeda dengan
pemula yang belum terlatih dan masih bingung, maka wirausaha yang terlatih
akan cepat membaca peluang. Namun, wirausaha sejati hanya akan mengambil
peluang yang terbaik. Ukuran menarik itu adalah pada nilai-nilai ekonomis
yang terkandung didalamnya, masa depan yang lebih cerah, kemampuan
menunjukkan prestasi, dan perubahan yang dihasilkan. Semua itu biasanya
dikaitkan dengan "rasa suka" terhadap objek usaha atau kepercayaan bahwa dia
"mampu" merealisasikannya. Pada akhirnya, sukses yang diraih setiap orang
ditentukan oleh keberhasilan orang itu dalam memilih.
Success = f(choice)
Success adalah fungsi dari keberhasilan memilih. Apakah memilih sekolah,
karier, bidang usaha, teman, pasangan, karyawan/eksekutif, mitra usaha, dan
sebagainya. Pilihan yang terbaik akan menentukan hasil yang bisa dicapai.
6. Fokus pada eksekusi. Wirausaha bukanlah seorang yang hanya bergelut
dengan pikiran, merenung atau menguji hipotesis, melainkan seorang yang
fokus pada eksekusi. Mereka tidak mau berhenti pada eksploitasi pikiran atau
berputar-putar dalam pikiran penuh keragu-raguan. "Manusia dengan
entrepreneurial mindset mengeksekusi, yaitu melakukan tindakan dan
merealisasikan apa yang dipikirkan daripada menganalisis ide-ide baru sampai
mati" (McGraith dan Mac Millan, 2000, hlm.3). Mereka juga adaptif terhadap
situasi, yaitu mudah menyesuaikan diri dengan fakta-fakta baru atau
kesulitan di lapangan.
7. Memfokuskan energi setiap orang pada bisnis yang digeluti. Seorang
wirausaha tidak bekerja sendirian. Dia menggunakan tangan dan pikiran banyak
orang, baik dari dalam maupun luar perusahaannya. Mereka membangun jaringan
daripada melakukan semua impiannya sendiri. Ibarat seorang orkestrator atau
dirigen musik, dia mengumpulkan pemusik-pemusik yang ahli dalam memainkan
instrumen yang berbeda-beda untuk menghasilkan nada-nada musik yang disukai
penonton. Untuk itu, dia harus memiliki kemampuan mengumpulkan orang,
membangun jaringan, memimpin, menyatukan gerak, memotivasi, dan
berkomunikasi.
Itulah karakter-karakter dasar yang disebut sebagai entrepreneurial mindset.
Jumat, 26 Juni 2009
Batubara (coal)
Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk.
Analisa unsur memberikan rumus formula empiris seperti C137H97O9NS untuk bituminus dan C240H90O4NS untuk antrasit.
Batu bara secara umum
Umur batu bara
Pembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada era-era tertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman Karbon, kira-kira 340 juta tahun yang lalu (jtl), adalah masa pembentukan batu bara yang paling produktif dimana hampir seluruh deposit batu bara (black coal) yang ekonomis di belahan bumi bagian utara terbentuk.
Pada Zaman Permian, kira-kira 270 jtl, juga terbentuk endapan-endapan batu bara yang ekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan berlangsung terus hingga ke Zaman Tersier (70 - 13 jtl) di berbagai belahan bumi lain.
Materi pembentuk batu bara
Hampir seluruh pembentuk batu bara berasal dari tumbuhan. Jenis-jenis tumbuhan pembentuk batu bara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai berikut:
- Alga, dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal. Sangat sedikit endapan batu bara dari perioda ini.
- Silofita, dari Zaman Silur hingga Devon Tengah, merupakan turunan dari alga. Sedikit endapan batu bara dari perioda ini.
- Pteridofita, umur Devon Atas hingga KArbon Atas. Materi utama pembentuk batu bara berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara. Tetumbuhan tanpa bunga dan biji, berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat.
- Gimnospermae, kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur Tengah. Tumbuhan heteroseksual, biji terbungkus dalam buah, semisal pinus, mengandung kadar getah (resin) tinggi. Jenis Pteridospermae seperti gangamopteris dan glossopteris adalah penyusun utama batu bara Permian seperti di Australia, India dan Afrika.
- Angiospermae, dari Zaman Kapur Atas hingga kini. Jenis tumbuhan modern, buah yang menutupi biji, jantan dan betina dalam satu bunga, kurang bergetah dibanding gimnospermae sehingga, secara umum, kurang dapat terawetkan.
Kelas dan jenis batu bara
Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas dan waktu, batu bara umumnya dibagi dalam lima kelas: antrasit, bituminus, sub-bituminus, lignit dan gambut.
- Antrasit adalah kelas batu bara tertinggi, dengan warna hitam berkilauan (luster) metalik, mengandung antara 86% - 98% unsur karbon (C) dengan kadar air kurang dari 8%.
- Bituminus mengandung 68 - 86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8-10% dari beratnya. Kelas batu bara yang paling banyak ditambang di Australia.
- Sub-bituminus mengandung sedikit karbon dan banyak air, dan oleh karenanya menjadi sumber panas yang kurang efisien dibandingkan dengan bituminus.
- Lignit atau batu bara coklat adalah batu bara yang sangat lunak yang mengandung air 35-75% dari beratnya.
- Gambut, berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang paling rendah.
Pembentukan batu bara
Proses perubahan sisa-sisa tanaman menjadi gambut hingga batu bara disebut dengan istilah pembatu baraan (coalification). Secara ringkas ada 2 tahap proses yang terjadi, yakni:
- Tahap Diagenetik atau Biokimia, dimulai pada saat material tanaman terdeposisi hingga lignit terbentuk. Agen utama yang berperan dalam proses perubahan ini adalah kadar air, tingkat oksidasi dan gangguan biologis yang dapat menyebabkan proses pembusukan (dekomposisi) dan kompaksi material organik serta membentuk gambut.
- Tahap Malihan atau Geokimia, meliputi proses perubahan dari lignit menjadi bituminus dan akhirnya antrasit.
Batu bara di Indonesia
Di Indonesia, endapan batu bara yang bernilai ekonomis terdapat di cekungan Tersier, yang terletak di bagian barat Paparan Sunda (termasuk Pulau Sumatera dan Kalimantan), pada umumnya endapan batu bara ekonomis tersebut dapat dikelompokkan sebagai batu bara berumur Eosen atau sekitar Tersier Bawah, kira-kira 45 juta tahun yang lalu dan Miosen atau sekitar Tersier Atas, kira-kira 20 juta tahun yang lalu menurut Skala waktu geologi.
Batu bara ini terbentuk dari endapan gambut pada iklim purba sekitar khatulistiwa yang mirip dengan kondisi kini. Beberapa diantaranya tegolong kubah gambut yang terbentuk di atas muka air tanah rata-rata pada iklim basah sepanjang tahun. Dengan kata lain, kubah gambut ini terbentuk pada kondisi dimana mineral-mineral anorganik yang terbawa air dapat masuk ke dalam sistem dan membentuk lapisan batu bara yang berkadar abu dan sulfur rendah dan menebal secara lokal. Hal ini sangat umum dijumpai pada batu bara Miosen. Sebaliknya, endapan batu bara Eosen umumnya lebih tipis, berkadar abu dan sulfur tinggi. Kedua umur endapan batu bara ini terbentuk pada lingkungan lakustrin, dataran pantai atau delta, mirip dengan daerah pembentukan gambut yang terjadi saat ini di daerah timur Sumatera dan sebagian besar Kalimantan.[1]
Endapan batu bara Eosen
Endapan ini terbentuk pada tatanan tektonik ekstensional yang dimulai sekitar Tersier Bawah atau Paleogen pada cekungan-cekungan sedimen di Sumatera dan Kalimantan.
Ekstensi berumur Eosen ini terjadi sepanjang tepian Paparan Sunda, dari sebelah barat Sulawesi, Kalimantan bagian timur, Laut Jawa hingga Sumatera. Dari batuan sedimen yang pernah ditemukan dapat diketahui bahwa pengendapan berlangsung mulai terjadi pada Eosen Tengah. Pemekaran Tersier Bawah yang terjadi pada Paparan Sunda ini ditafsirkan berada pada tatanan busur dalam, yang disebabkan terutama oleh gerak penunjaman Lempeng Indo-Australia.[2] Lingkungan pengendapan mula-mula pada saat Paleogen itu non-marin, terutama fluviatil, kipas aluvial dan endapan danau yang dangkal.
Di Kalimantan bagian tenggara, pengendapan batu bara terjadi sekitar Eosen Tengah - Atas namun di Sumatera umurnya lebih muda, yakni Eosen Atas hingga Oligosen Bawah. Di Sumatera bagian tengah, endapan fluvial yang terjadi pada fasa awal kemudian ditutupi oleh endapan danau (non-marin).[2] Berbeda dengan yang terjadi di Kalimantan bagian tenggara dimana endapan fluvial kemudian ditutupi oleh lapisan batu bara yang terjadi pada dataran pantai yang kemudian ditutupi di atasnya secara transgresif oleh sedimen marin berumur Eosen Atas.[3]
Endapan batu bara Eosen yang telah umum dikenal terjadi pada cekungan berikut: Pasir dan Asam-asam (Kalimantan Selatan dan Timur), Barito (Kalimantan Selatan), Kutai Atas (Kalimantan Tengah dan Timur), Melawi dan Ketungau (Kalimantan Barat), Tarakan (Kalimantan Timur), Ombilin (Sumatera Barat) dan Sumatera Tengah (Riau).
Dibawah ini adalah kualitas rata-rata dari beberapa endapan batu bara Eosen di Indonesia.
| Tambang | Cekungan | Perusahaan | Kadar air total (%ar) | Kadar air inheren (%ad) | Kadar abu (%ad) | Zat terbang (%ad) | Belerang (%ad) | Nilai energi (kkal/kg)(ad) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Satui | Asam-asam | PT Arutmin Indonesia | 10.00 | 7.00 | 8.00 | 41.50 | 0.80 | 6800 |
| Senakin | Pasir | PT Arutmin Indonesia | 9.00 | 4.00 | 15.00 | 39.50 | 0.70 | 6400 |
| Petangis | Pasir | PT BHP Kendilo Coal | 11.00 | 4.40 | 12.00 | 40.50 | 0.80 | 6700 |
| Ombilin | Ombilin | PT Bukit Asam | 12.00 | 6.50 | <8.00 | 36.50 | 0.50 - 0.60 | 6900 |
| Parambahan | Ombilin | PT Allied Indo Coal | 4.00 | - | 10.00 (ar) | 37.30 (ar) | 0.50 (ar) | 6900 (ar) |
(ar) - as received, (ad) - air dried, Sumber: Indonesian Coal Mining Association, 1998
Endapan batu bara Miosen
Pada Miosen Awal, pemekaran regional Tersier Bawah - Tengah pada Paparan Sunda telah berakhir. Pada Kala Oligosen hingga Awal Miosen ini terjadi transgresi marin pada kawasan yang luas dimana terendapkan sedimen marin klastik yang tebal dan perselingan sekuen batugamping. Pengangkatan dan kompresi adalah kenampakan yang umum pada tektonik Neogen di Kalimantan maupun Sumatera. Endapan batu bara Miosen yang ekonomis terutama terdapat di Cekungan Kutai bagian bawah (Kalimantan Timur), Cekungan Barito (Kalimantan Selatan) dan Cekungan Sumatera bagian selatan. Batu bara Miosen juga secara ekonomis ditambang di Cekungan Bengkulu.
Batu bara ini umumnya terdeposisi pada lingkungan fluvial, delta dan dataran pantai yang mirip dengan daerah pembentukan gambut saat ini di Sumatera bagian timur. Ciri utama lainnya adalah kadar abu dan belerang yang rendah. Namun kebanyakan sumberdaya batu bara Miosen ini tergolong sub-bituminus atau lignit sehingga kurang ekonomis kecuali jika sangat tebal (PT Adaro) atau lokasi geografisnya menguntungkan. Namun batu bara Miosen di beberapa lokasi juga tergolong kelas yang tinggi seperti pada Cebakan Pinang dan Prima (PT KPC), endapan batu bara di sekitar hilir Sungai Mahakam, Kalimantan Timur dan beberapa lokasi di dekat Tanjungenim, Cekungan Sumatera bagian selatan.
Cadangan batu bara dunia
Pada tahun 1996 diestimasikan terdapat sekitar satu exagram (1 × 1015 kg atau 1 trilyun ton) total batu bara yang dapat ditambang menggunakan teknologi tambang saat ini, diperkirakan setengahnya merupakan batu bara keras. Nilai energi dari semua batu bara dunia adalah 290 zettajoules.[4] Dengan konsumsi global saat ini adalah 15 terawatt,[5] terdapat cukup batu bara untuk menyediakan energi bagi seluruh dunia untuk 600 tahun.
British Petroleum, pada Laporan Tahunan 2006, memperkirakan pada akhir 2005, terdapat 909.064 juta ton cadangan batu bara dunia yang terbukti (9,236 × 1014 kg), atau cukup untuk 155 tahun (cadangan ke rasio produksi). Angka ini hanya cadangan yang diklasifikasikan terbukti, program bor eksplorasi oleh perusahaan tambang, terutama sekali daerah yang di bawah eksplorasi, terus memberikan cadangan baru.
Departemen Energi Amerika Serikat memperkirakan cadangan batu bara di Amerika Serikat sekitar 1.081.279 juta ton (9,81 × 1014 kg), yang setara dengan 4.786 BBOE (billion barrels of oil equivalent).
sumber : wikipedia
Senin, 22 Desember 2008
Piping Engineer
Seperti kita sudah paham semua, Piping Stress Engineer adalah salah satu cabang ilmu dari Piping Engineering, selain Piping Material dan Piping Design.
Kalau dikategorikan berdasarkan “education background”, maka bisa dikatakan bahwa rata-rata background “orang piping” ini adalah dari Mechanical. Baik Sarjana Teknik Mesin, STM Mesin maupun Politeknik Mesin. Nggak begitu menjadi masalah.
Dan juga bukan berarti lulusan lain tidak bisa masuk. Bisa saja.
Menurut jalur masuknya, biasanya, Piping Design banyak didominasi oleh lulusan STM dan SMA, terutama para senior. Hal ini lebih karena Piping Design adalah sebuah disiplin yang sudah lama sekali, mungkin sudah sejak tahun 1945an, bahkan di Amerika sudah dikenal Piping itu pada tahun sebelum kia merdeka.
Sehingga banyak pekerjanya mendapat ilmu melalui kursus yang diselenggarakan oleh Perusahaan yang memperkerjakannya. Begitu seterusnya. Lagi pula, nature pekerjaanya lebih banyak membutuhkan pengalaman akan mengerjakan design yang sama atau hampir mirip, dari waktu ke waktu, dengan merujuk ke referensi atau design practice.
Misalnya, designer yang mendesign lay out piping di sekitar pompa, maka semakin sering dia mendesign pipa didaerah pompa, akan makin faham dia bagaimana mendesign system pipa yang sesuai dengan code practice. Proses pengulangan ini lah yang menjadi faktor utama. Sehingga semakin berpengalaman dia, semakin paham lah dia. Tentu saja dengan catatan, dia harus tetap kritis dalam bekerja.
Sedangkan Piping Stress dan Piping Material, walaupun masih berurusan dengan pipa, tapi tidak terlibat dalam proses design itu sendiri.
Piping Stress lebih kearah, secara singkat, memastikan bahwa pipa yang dibuat oleh designer, yang nantinya akan dialiri oleh Fluida yang panas ataupun dingin, yang terhubung dengan pompa misalnya, akan dapat beroperasi dengan aman tanpa mengalami permasalahan.
Disini, faktor analisa sangat berperan, sekaligus melakukan perhitungan (calculation) terhadap aktifitas dan behaviour pipa pada saat dialiri fluida panasatau dingin tadi.
Piping Material, lebih ke-arah penentuan dan pemilihan material pipa beserta accessoriesnya, yang sesuai dengan kondisi operasi, baik tekanan maupun temperature, sambil memperhitungkan pengaruh lingkungan.
Ada satu disiplin lagi, yaitu Pipe Support, yang mendesign pipe support pada pipa. Biasanya pekerjaan ini dilakukan oleh Piping Stress Engineer.
Dari ketiga displin utama tadi, Piping Designer, Piping Stress Engineer, Piping Material Engineer, tidak ada yang lebih unggul dan tidak ada pula yang tidak begitu penting. Semua sama-sama penting dalam menunjang keberhasilan sebuah Plant.
Tapi, kalau kita bicara scope pekerjaan, dalam hal ini merujuk ke jumlah manhour yang disediakan, maka piping design memakan porsi manhour yang paling besar, bisa sampai 75%, baru Piping Stress sebesar 10-20% dan sisanya Piping Material.
Manhour ini dengan sendirinya akan menentukan berapa jumlah personel disetiap disiplin.
Sehingga bisa dimengerti bahwa jumlah Piping Design akan sangat banyak sekali dibanding dengan Piping Stress dan Piping Material.
Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah seorang yang ber-background Piping Design bisa menjadi Piping Stress, dan sebaliknya?
Apakah seorang Piping Stress bisa mengerjakan pekerjaan Piping Material dan sebaliknya?
Menurut saya, bisa saja. Kenapa tidak? Semuanya bisa dipelajari. Hanya saja, apakah akan berhasil menjadi Piping Stress yang handal, atau menjadi Piping Designer yang jago, atau ahli di Piping Material, semuanya berpulang kepada masing-masing individu.
Satu hal yang perlu diingat adalah tidaklah mungkin seseorang akan menjadi ahli dan jago di ketiga bidang disiplin ilmu tadi. Yang ada, seseorang yang sudah lama berkecimpung dan menjadi ahli di Piping Stress, tapi tidak akan se-ahli si A yang sudah malang melintang di dunia Piping Designer.
Yang paling baik adalah anda mempunyai bidang yang sangat anda sukai dan kuasai, tapi tetap mempelajari dan menegrti tentang bidang lain.
Jadi, jika senang dan ahli piping stress, maka tidak ada salahnya untuk mengerti tentang piping design, kaidah-kaidah dalam design, mengetahui tentang 3D model, PDS, PDMS serta proses dalam pekerjaan menggunakan software tyersebut, serta mengerti juga piping material termasuk prosedur pembuatan piping specification, requisition.
Jika bisa mengerti semua, maka sudah layak anda menjadi seorang Piping Engineer, dan mungkin sudah bisa menjadi Lead Piping Engineer disebuah project. Artinya lagi karir anda akan meningkat.
Sekarang, anda sudah ada dimana?
Piping Stress?
Piping Design?
Piping Material?
Sudah kah kita memahami Code and Standard yang sering digunakan dalam pekerjaan kita? Pasti sudah ya…
Sudah kah kita mengerti ilmu dasar dari pekerjaan yang sedang kita lakukan?
Perlukan kita menambah ilmu lagi dengan membaca dan mengikuti kursus, misalnya?
Jawabannya, tergantung masing-masing pribadi.
Yang penting, jangan pernah berhenti belajar, membaca buku, standard, dan journal yang berhubungan dengan pekerjaan kita.
Karena, akan lebih banyak manfaatnya dari pada ruginya.
sumber :don85.wordpress.com
Senin, 15 Desember 2008
Penyebab Sakit dan Gatal pada Tenggorokan
Rasa nyeri dan gatal pada tenggorokan sangat sering kita alami baik anak - anak maupun dewasa, Mengapa? selain karena tingkat polusi yang tinggi, gaya hidup aktif dan sering merokok, sering konsumsi minuman dan makanan yang kurang sehat serta berminyak, juga disebabkan karena penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) seperti "radang tenggorokan".
Sebagian besar rasa nyeri dan gatal pada tenggorokan disebabkan oleh radang tenggorokan. Untuk itu mari kita mengenal lebih jauh mengenai radang tenggorokan dan cara mengatasi rasa nyeri dan gatal pada tenggorokan yang ditimbulkannya.
Gejala radang tengorokan yang biasanya dirasakan:
1. Sakit dan gatal pada tenggorokan
2. Demam, sakit kepala
3. Sakit pada otot dan sendi.
4. Tenggorokannya berwarna merah dan meradang
Apa penyebab radang tenggorokan?
Virus, 80 % sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, dapat menyebabkan demam
Batuk dan pilek. Dimana batuk dan lendir (ingus) dapat membuat tenggorokan teriritasi.
Virus coxsackie (hand, foot, and mouth disease ).
Alergi. Alergi dapat menyebabkan iritasi tenggorokan ringan yang bersifat kronis (menetap).
Bakteri streptokokus, dipastikan dengan Kultur tenggorok. Tes ini umumnya dilakukan di laboratorium menggunakan hasil usap tenggorok pasien. Dapat ditemukan gejala klasik dari kuman streptokokus seperti nyeri hebat saat menelan, terlihat bintik-bintik putih, muntah – muntah, bernanah pada kelenjar amandelnya, disertai pembesaran kelenjar amandel.
Kiat mengatasi Sakit Tenggorokan dengan Cepat dan Tepat… Rasa sakit, kering dan gatal pada Tenggorokan tidak dapat cepat hilang, sehingga dapat mengganggu aktifitas kita sehari – hari. Untuk itu diperlukan penghilang rasa sakit, agar kita dapat tetap beraktifitas dengan baik dan cepat terbebas dari rasa sakit, kering dan gatal pada tenggorokan.
Tips mengatasi sakit pada tenggorokan:
Istirahat yang cukup,
hindari rokok dan minuman berakohol
Hindari makanan yang digoreng dan berminyak
Minum air putih hangat yang banyak
Berkumur dengan air-garam hangat
Jumat, 12 Desember 2008
Donor Darah
umur 17 - 60 tahun
( Pada usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat ijin tertulis dari orangtua. Sampai usia tahun donor masih dapat menyumbangkan darahnya dengan jarak penyumbangan 3 bulan atas pertimbangan dokter )
Berat badan minimum 45 kg
Temperatur tubuh : 36,6 - 37,5o C (oral)
Tekanan darah baik ,yaitu:
Sistole = 110 - 160 mm Hg
Diastole = 70 - 100 mm Hg
Denyut nadi; Teratur 50 - 100 kali/ menit
Hemoglobin
Wanita minimal = 12 gr %
Pria minimal = 12,5 gr %
Jumlah penyumbangan pertahun paling banyak 5 kali, dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.
b. Seseorang tidak boleh menjadi donor darah pada keadaan:
Pernah menderita hepatitis B
Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis
Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah transfusi
Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah tattoo/tindik telinga
Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi
Dalam jangka wktu 6 bulan sesudah operasi kecil
Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar
Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, cholera, tetanus dipteria atau profilaksis
Dalam jangka waktu 2 minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis epidemica, measles, tetanus toxin.
Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies therapeutic
Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang.
Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah transpalantasi kulit.
Sedang hamil dan dalam jangka waktu 6 bulan sesudah persalinan.
Sedang menyusui
Ketergantungan obat.
Alkoholisme akut dan kronik.
Sifilis
Menderita tuberkulosa secara klinis.
Menderita epilepsi dan sering kejang.
Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk.
Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya, defisiensi G6PD, thalasemia, polibetemiavera.
Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi untuk mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, pemakai jarum suntik tidak steril)
Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah.
c. BAGAIMANA MENDAPATKAN DARAH
a. Prosedur Permintaan Darah
Dokter yang merawatlah yang menentukan pasien membutuhkan darah atau tidak
Membawa formulir khusus rangkap 4 atau 5 untuk permintaan darah yang telah diisi oleh dokter yang merawat disesrtai contoh darah pasien dengan identitas yang jelas.
Formulir dan contoh darah tersebut dikirim ke Bank Darah di rumah sakit atau laboratorium UTDC PMI setempat. Untuk Daerah Jakarta, darah dapat diperoleh di UTDD PMI DKI Jakarta, Jl. Kramat Raya No.47, apabila persediaan darah yang diminta oleh dokter tidak ada di bank darah rumah sakit tmaka bawalah donor pengganti ke UTDC setempat.
Atas dasar permintaan dokter di RS tersebut UTDC melakukan pemeriksaan reaksi silang antara contoh darah donor dengan contoh darah pasien, yang memakan waktu lebih kurang 1,5 jam.
Pemeriksaan ini mutlak harus dilakukan walaupun golongan darah pasien dengan golongan darah donor sama. Bila dalam pemeriksaan silang tidak terdapat kelainan maka barulah darah donor diberikan kepada pasien. Bila pada pemeriksaan ditemukan kelainan atau ketidakcocokan perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mencari sebab kelainan atau ketidakcocokan tersebut.
d. GOLONGAN DARAH
Apakah Golongan Darah itu?
Golongan darah ditentukan adanya suatu zat/antigen yang terdapat dalam sel darah merah. Dalam system ABO yang ditemukan Lansteiner tahnu 1900,
golongan darah dibagi:
Gol Sel Darah Merah Plasma
A Antigen A Antibodi B
B Antigen B antibodi A
AB Antigen A & B tak ada antibodi
O Tak ada antigen Antibodi Anti A & Anti B
Siapa yang menemukan asal muasal golongan darah pada manusia?
Landsteiner adalah orang yang menemukan 3 dari 4 golongan darah dalam ABO system pada tahun 1900 dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. Percobaan dilakukan dengan melakukan reaksi antara sel darah merah dan serum dari donor. Hasilnya adalah dua macam reaksi dan dan satu macam tanpa reaksi. Kesimpulannya ada dua macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau samasekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O.
Lantas, siapa yang menemukan golongan darah AB?
Von Decastello dan Sturli pada tahun 1901 yang menemukan golongan darah AB di mana kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merah sedangkan pada serum tidak ditemukan antibody.
Apakah Rh/Rhesus Faktor itu?
Rh Faktor adalah juga semacam sistem golongan darah, dengan melihat ada/tidak adanya antigen Rh di dalam sel darah merahnya.
Apakah ada macam golongan darah lain?
Selain ABO dan Rh, masih ada banyak sistem penggolongan darah menurut antigen yang terdapat dalam sel darah merah antara lain : MWSP, Lutheran, Duffy, Lewis, Kell dan sebagainya.
Berapa kalikah kita boleh menyumbangkan darah?
Sebaiknya secara teratur, maksimal 4-6 kali setahun, atau 2-3 bulan sekali penyumbangan dengan jarak waktu sangat dekat adalah sangat berbahaya karena tidak baik untuk kesehatan.
sumber : www.palangmerah.org